Ceritanya Sef

Juli 28, 2008

Kode ATM

Diarsipkan di bawah: Ngarang — sef @ 3:21 am

Terdapatlah 2 orang penjahat dadakan – karena mereka tak bermaksud melakukan kejahatan, situasi yang membangkitkan niat tercela itu.
Bermula dari 2 orang udik, sebut saja Jaman dan Jamin, mengantri di mesin ATM untuk mengambil uang Jaman sedangkan Jamin menemani. Seorang bapak berpenampilan perlente tepat di depan mereka.
Sesampainya di ruang ATM …..

Jaman  : Min… Liat kartu ATM bapak tadi ketinggalan.
Jamin   : Pasti uang bapak itu banyak. Orang kesininya aja pake mobil sedan.
Jaman  : Iya bener. Kita kembaliin aja kartunya !
Jamin   : Jangan Man ! jangan ! Kita cek dulu, barangkali masih banyak uangnya.
Jaman  : Bodo Kamu, emangnya kamu tau kode pin ATM nya apa !
Jamin   : Sssst, ya aku tau lah, tadi kan aku sempet ngintip waktu dia nulis kodenya. (lagi…)

Juli 12, 2008

Ternyata Dia Lebih Pelupa

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 5:33 am

Pada hari minggu ku turut ayah ke desa
naik mobil istimewa ku duduk di muka
di samping pak sopir yang sedang bekerja
mengendali angkot supaya baik jalanya ….

Begitulah hati kami bernyanyi-nyanyi, aku dan saudara sepupuku yang datang dari Jakarta. Hari itu kami hendak mengunjungi rumah saudara yang berada di kaki Gunung Selamat. Perjalanan memang jauh, namun hanya menggunakan angkot kita sudah bisa sampai tujuan.

Sepupuku asyik dengan kamera yang dibawanya mendokumentasikan indahnya pemandangan desa. Sengaja kita duduk didepan, disamping pak supir agar perjalanan tersasa menyenangkan. Hijaunya hamparan sawah, bukit-bukit datang silih berganti diselingi dengan sungai yang berkelok-kelok, dapat terlihat lebih jelas. (lagi…)

Juni 30, 2008

Nyanyian Kode - Warkop DKI

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 7:21 am

Warkop DKI (Dono-Kasino-Indro), sang legenda di dunia perpelawakan di Indonesia. Walaupun gaya guyonan mereka slapstick, mudah di tebak (kalo jaman sekarang gaya kaya gitu sudah dianggap basi) namun mereka tetaplah maestro yang hampir semua filemya dapat mengocok perut berjuta pemirsa Indonesia.

Salah satu adegan favoritku dari sekian filem Warko DKI adalah ketika Dono dan Kasino menjadi pencopet (judulnya lupa) yang beraksi di sebuah rumah makan. Mereka menyamar menjadi pengamen, Kasino yang nyanyi sedangkan Dono mengiringi dengan alat musik cek-ecek. Wuih lirik lagunya keren lho…. (lagi…)

Juni 18, 2008

Lucuuu….

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 3:49 am

Suntuk, sepertinya sudah tidak ada lagi tugas yang musti dikerjakan. Uarrrrghhh, ngantuk bukan kepalang.

Mataku langsung tertuju pada selembar kertas di samping meja kerjaku yang entah darimana asalnya. Di situ hanya tertulis “from Iga Suripta”. Ajaib, setelah sekian menit membacanya, rasa kantu seketika sirna dan “ha-ha-ha, lucu…”. Berikut isi tulisan di kertas tersebut.

***

Sebelum menikah …..

Cowok  : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama.

Cewek  : Apakah Kau rela kalau aku pergi ?

Cowok  : Tentu tidak !! Jangan pernah kau berpikir seperti itu.

Cewek  : Apakah Kau mencintaiku ? (lagi…)

Juni 11, 2008

Romantika Penerbangan Pesawat Kecil

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 5:09 am

Setelah melalang buana ke propinsi bagian timur Indonesia dan harus singgah dari satu pulau ke pulau kecil lainnya, yang berarti harus menempuh perjalanan darat, laut dan juga udara, aku baru sadar bahwa naik pesawat tidak lagi identik dengan kemewahan.

Hmmm, pernah suatu saat di depanku penumpang ibu-ibu membawa tas belanjan berisi sayur-mayur. Kita menunggangi pesawat kecil dengan suara mesin yang aduhai kerasnya memekakan telinga. Bahkan temanku juga pernah sepesawat dengan penumpang berkaki empat, jenggotan, bau pula - alias kambing.

Banyak kejadian unik kulami, banyak cerita terdengarkan, seputar romantika penerbangan pesawat-pesawat tak gagah mengantarkan kami, menghubungkan antar pulau yang hampir terisolasi. Berikut secuil kisah-kisah itu.

***

Sebagian penumpang mulai mengeluh, bahkan beberapa memaki-maki. Pesawat yang telah penuh penumpang seharusnya tinggal landas setengah jam lalu, belum juga melaju. Pramugari yang sedikit kebingungan mulai merayu para menumpang.

“Para penumpang yang budiaman, siapa yang bersedia mengundurkan diri, dan dapat meneruskan perjalanan dengan pesawat berikutnya!” Keadaan menjadi hening kemudian suara-suara keluhan kembali terucap. Tak satupun penumpang yang mau meng-cancel penerbangan mereka. (lagi…)

Juni 4, 2008

Pemalak Salah Sangka

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 3:29 am

KRD – Kereta Rel Diesel, terutama yang beroperasi di Jabodetabek, siapa yang tidak mengenalnya. Murah meriah, menjangaku hampir seluruh wilayah ibukota serta bebas macet pula. Tak heran jika kendaraan berangkai-rangkai itu menjadi primadona bagi warga setempat.

Mulai dari karyawan berdasi, pedagang, mahasiswa, pekerja kasar, pengamen, hingga yang paling menjadi parasit – pemalak, pencopet,penodong dan sebangsanya, tumpah ruah terangkut menggelilingi Jakarta.

Malang bagi Udin, temanku, salah satu pengguna layanan KRD yang harus berurusan dengan si parasit.
KRL yang direncanakan berangkat pukul 11.30 WIB ternyata baru berangkat dua jam kemudian dikarenakan perubahan jadwal (lagi). Sia-sia usaha Udin dan seumat penumpang lainnya yang telah selama hampir satu jam menunggu kereta berlistrik tersebut. Sebagai gantinya KRD usang udiklah yang akan berangkat.

Kereta telah sampai stasiun Palmerah, siap mengangkut para penumpang yang sabar menunggu. Berduyun-duyun mereka memasuki rangkaian gerbong KRL.

Udin berlari kecil menuju gerbong paling ujung karena disanalah tiada orang mengantri masuk. Udin adalah mahasiswa dan berpenamilan layaknya mahasiswa, bertopi, tas ransel, kaos junkies dan celana levis hingga dompet dan mungkin Hp-nya tersembul dari celananya yang ketat. (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.