Ceritanya Sef

Maret 31, 2008

Etika Belanja di Supermarket

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 1:41 am

 

Langkah kakiku terhenti ketika mba Nunik menghampiri dan mulai mengintogasiku.

Mba Nunik       : Mau kemana, Sep?
Aku                  : Ke carrefour, mau belanja.
Kemudian mba Nunik memeperhatiakan penampilanku dengan seksama.
Mba Nunik       : Tau ngga, sekarang belanja ke supermarket ngga boleh pake
.                         sandal, apalagi sandal jepit!
Aku                  : Masa… Undang-undang nomor berapa tuh yang tidak
.                         memperbolehkan belanja pake sandal.
Mba Nunik       : Kalo tetep pake itu, bisa-bisa kamu dimarahin sama kasirnya lho. (lagi…)

Maret 24, 2008

Safira… Oh… Safira

Diarsipkan di bawah: Serius Mode On — sef @ 4:44 am

 

fara.jpg

Apa yang bisa anda deskripsikan atas foto gadis mungil di atas. Cantik, lucu, menggemaskan, lincah, periang, mungkin itu yang anda pikirkan. Namun hal tersebut tinggalah kenangan dan harapan.

Namanya adalah Safira Nafisa Sahra. Keriangan gadis itu sirna setelah ia mengalami infeksi usus buntu parah hingga telah menjalani beberapa kali operasi di RS Sardjito, Jojakarta.

Saya sangat berterimakasih bila anda berkenan membaca slide (dalam bentuk power point) terlampir dibawah ini dan merenungkannya.

fara-slide.pps

Selain itu, berita kemalangan Safira juga pernah termuat dalam surat kabar harian Kompas berikut ini.

03-17-kompas.pdf

Terima-kasih.

* Setiap kejadian yang telah digariskan oleh Sang Pencipta pasti terdapat hikmah walaupun kadangkala kita tak sanggup untuk memahaminya.

Maret 16, 2008

Disleksia…

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 11:23 pm

Disleksia adalah suatu kondisi keterbatasan yang dimiliki seseorang dalam menulis, mengucapkan kata maupun dalam menyusun sebuah kalimat. Kata disleksia diambil dari bahasa Yunani, dys yang berarti “sulit dalam” dan lex berasal dari legein, yang artinya “berbicara”.

Ketika mencari informasi mengenai disleksia di Wikipedia, aku tidak kunjung mendapatkan data yang diharapkan. Usut punya usut, ternyata aku salah memasukan kata kunci disleksia yang kutulis menjadi dialeksia. Beberapa kali aku juga sering salah dalam menyebutkan kata, seperti ubunuku ku sebut ubuntu trus naruto ku katakan jadi maruko walaupun sebagian kesalahan tersebut sebenarnya ku sengaja, buat lucu-lucuan.

Bisa jadi aku mengidap disleksia, ah biarin ajalah, toh disleksia bukan penyakit bodoh. Buktinya banyak orang keren yang juga mengidap dialeksia, contohnya: Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg dan huhhh… George W. Bush.

Membahas disleksia, aku jadi teringat Bulek (tante)ku. Aku pikir dia murni menganut azaz dialeksia. Banyak sekali kesalahan kata yang dia ucapkan apalagi yang berbau bahasa Inggris. Misalnya saat Bulekku kesulitan mengucapkan kata sewaktu ingin membeli produk minuman di toko sebelah rumahnya.

“Bu, beli saripet !” kata Bulekku sesampainya di toko tersebut.
“Jamu sari rapet ya?” tanya si penjaga toko.

sari-rapet.jpeg

“Bukan, bukan jamu tapi minuman dingin” Bolekku menjelaskan.
“Nutri sari? wah sudah habis, Bu !” kata penjaga toko lagi.

nutri-sari.jpeg
“Bukan, itu tuh, tuh yang ada di pulkas” (lagi…)

Maret 10, 2008

Kamus Bahasa Ambon (bag.2)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 7:30 am

Melanjutkan postingan sebelumnya mengenai Bahasa Melayu Ambon, kali ini aku membuat sambungannya. Walaupun statusku hanya pendatang di Kota Ambon dan belum genap 2 tahun menetap disana, aku mencoba menjabarkan kata-kata unik yang biasa dipakai masyarakat Ambon, tentunya masih menggunakan jurus andalanku yaitu : sok-tahu.

Efisiensi adalah salah satu ciri khas dari Bahasa Ambon, mau bukti, kamu bakalan menemui kata-kata yang singkat, padat dan jelas. Contohnya sebagai berikut :
1. Seng

Ilustrasi :
“Makan seng mati, seng makan juga mati” (di kutip dari coment-nya Adis).
Jangan bingung sama ungkapan diatas. Orang Ambon sering menggunakan kata seng dalam berkomunikasi. Seng artinya tidak.

Jadi kalau ungkapan diatas tadi diterjemahkan hasilnya jadi : “makan seng mati, tidak makan juga bisa mati”.

2. Dong

Ilustrasi :
“Mari, dong semua dukung Wilson di Indonesian Idol”
Ternyata kata dong artinya kalian. Nah, jelaskan maksud dari ungkapan di atas.
Kata dong bisa jadi beda maknanya kalo yang menggunakan Pak Ogah, seperti jargon andalannya di serial Si Unyil “bagi cepe-nya, dong!”.

3. Nyong

Ilustrasi :
“Hai nyong, mau kemana?”
Eit, kalo ada orang Ambon berkata seperti itu kepada kamu, jangan dulu emosi. Dia pasti tidak bermasud mengatakan kamu monyong, karena nyong disini merupakan sebutuan untuk laki-laki, artinya hampir mirip seperti bang atau bung. (lagi…)

Maret 2, 2008

Inikah Rasanya “Ditilang”

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — sef @ 11:45 pm

Waktu enak-enaknya naik Motor yang aku kendarai dan Khoir yang keasikan memboceng, tiba-tiba seorang polisi lalu lintas menghentikan kita. Rupanya hari itu sedang ada pemeriksaan pengguna motor. Padahal aku belum punya SIM, si Khoir juga sama saja, maklum saat itu kita baru lulus SMA, baru bisa nyetir motor.

Pak polisi langsung memeriksa kelengapan motor. Semoga saja dia lupa menanyakan SIM kita, tapi kemudian…
“SIM nya mana?” kata Pak Polisi.

“Aku ada ide” bisik Khoir. lalu Khoir mengeluarkan kartu sakti “ini pak!” sambil menunjukan sebuah kartu “Saya kuliah di STAN, Pak”.

Kita pernah diceritakan sama temen satu almamater, dia punya pengalaman unik waktu mau ditilang sama polisi lalu lintas. Alih-alih mo ditilang, temenku malah dapat senyuman manis sama tuh polisi. Kok bisa??? (lagi…)

Blog pada WordPress.com.