Disleksia adalah suatu kondisi keterbatasan yang dimiliki seseorang dalam menulis, mengucapkan kata maupun dalam menyusun sebuah kalimat. Kata disleksia diambil dari bahasa Yunani, dys yang berarti “sulit dalam” dan lex berasal dari legein, yang artinya “berbicara”.
Ketika mencari informasi mengenai disleksia di Wikipedia, aku tidak kunjung mendapatkan data yang diharapkan. Usut punya usut, ternyata aku salah memasukan kata kunci disleksia yang kutulis menjadi dialeksia. Beberapa kali aku juga sering salah dalam menyebutkan kata, seperti ubunuku ku sebut ubuntu trus naruto ku katakan jadi maruko walaupun sebagian kesalahan tersebut sebenarnya ku sengaja, buat lucu-lucuan.
Bisa jadi aku mengidap disleksia, ah biarin ajalah, toh disleksia bukan penyakit bodoh. Buktinya banyak orang keren yang juga mengidap dialeksia, contohnya: Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg dan huhhh… George W. Bush.
Membahas disleksia, aku jadi teringat Bulek (tante)ku. Aku pikir dia murni menganut azaz dialeksia. Banyak sekali kesalahan kata yang dia ucapkan apalagi yang berbau bahasa Inggris. Misalnya saat Bulekku kesulitan mengucapkan kata sewaktu ingin membeli produk minuman di toko sebelah rumahnya.
“Bu, beli saripet !” kata Bulekku sesampainya di toko tersebut.
“Jamu sari rapet ya?” tanya si penjaga toko.

“Bukan, bukan jamu tapi minuman dingin” Bolekku menjelaskan.
“Nutri sari? wah sudah habis, Bu !” kata penjaga toko lagi.

“Bukan, itu tuh, tuh yang ada di pulkas” (lagi…)