Ceritanya Sef

Januari 13, 2008

Rahasia Sukses Perantau Dari Tegal

Filed under: Uncategorized — sef @ 11:34 pm

imageswarteg.jpeg Siapa sih yang ngga kenal orang Tegal, bukan semata logat bahasa yang aneh, mereka (kami) dikenal sebagai orang-orang yang tangguh, pantang menyerah, kreatif ; ) narsis mode, halah.

Seperti suku viking di Skandinavia, masyarakat Tegal juga suka merantrau (bahasa kerennya : berpetualang) ke daerah lain untuk mencari peruntungan mereka, tak heran kita bakalan mudah menemukan orang Tegal dengan berbagai macam profesi seperti penjual martabak, pengusaha warteg, dan PNS di kota-kota besar di seluruh nusantara bahkan ada penjual martabak Tegal di Copenhagen (aseli yang ini ngarang).

Aku adalah salah satu diantara mereka yaitu perantau yang nyasar ke Kota Ambon. Disini aku berteman dengan beberapa Tegalan* yang senasib. Salah satunya adalah Mas Karso, penjual kue putu.

Aku biasa berlangganan kue putu ke dia, bukan karena kue putunya yang enak, tapi karena dia orang Tegal (semoga ini bukan bentuk paham kedaerahan yang sempit). Disitu kami sering tukar pengalaman, bertukar informasi dan juga melepas kekakuan mulut yang lama ngga ngomong ngapak (bahasa daerah orang Tegal).

Suatu hari, setelah sekian lama aku tidak membeli kue putunya, kita kembali bertemu. Dia mulai mengktritik tubuhku yang agak kurusan.
“Mas, kok sekarang kurusan sih.” Sial, padahal berat badanku sudah naik sekilo.
“Nggak mas, dari dulu kayak gini aja” kataku membantah, lagipula aku ngerasa langsing ; ) narsis mode lagi, halah.

“Sebenernya emang pengin mberatin badan sih” aku mulai membeberkan keluhanku. Mas Karso sendiri setelah bulan kemaren barusan menikah terlihat lebih gemuk.

“Mau tau caranya, Mas?” kata dia setengah berbisik. Aku mulai serius mendengarkan ucapannya.
“Perantau-perantau dari Tegal yang ada sini sering make cara ini.” Kemudian Mas Karso mengentikan pekerjaannya membuat kue putu. “Cara apa?” tanyaku heran.
“Nggemukin badan” Dia mulai menjelaskan, perantau Tegal disini sebelum pulang mudik, mereka harus bertambah gemuk. Mereka ngga mau dianggap sebagai perantau yang gagal. Dengan nampak gemuk mereka dikira nambah makmur sehingga dianggaplah mereka sebagai perantau-perantau yang sukses.

“Trus, caranya?” aku semakin penasaran dan melambungkan harapanku nggemukin nih badan.

“Minum aja obat China yang dijual di Amplas (Ambon Plazsar)” Mas karso menjelaskan.
“Sebulan sebelum pulang kampung, kita biasa minum tuh kapsul bahkan lebih dari porsi yang dianjurkan, biar reaksinya lebih cepet” lanjut dia, penuh semangat.

“Boleh juga tuh caranya” kataku, setengah ragu atas saran yang telah kudapatkan. Kemudaian Mas Karso pamitan sambil mengantongi uang Rp.5000 –ku yang ditukar sama 20 buah kue putu dan satu tips cara menggemukan badan.

Boleh juga tuh cara, kembali ku berfikir, tapi…enggak deh…lagipula aku masih ngerasa langsing kok ; ) lagi-lagi narsis mode, halah.

Tambahan :

  1. Pesan moralnya adalah orang yang gemuk dianggap orang sukses, obat China bisa menggemukan badan jadi kalo mau sukses minum saja obat China (seenggaknya bagi Mas Karso)
  2. Percakapan diatas sengaja dikonvesi kedalam bahasa Indonesia, agar tulisan ini dapat dibaca oleh pembaca di seluruh nusantara.
  3. * Sebenernya orang Tegal disebut apaan sih? Kalo orang Indonesia kan jadi Indonesian, orang Amerika jadi American trus orang Itali jadi Italian, nah kalo orang Tegal mungkin jadinya Tegalan.

16 Komentar »

  1. “Minum aja obat China yang dijual di Amplas (Ambon Plazsar)”

    Mhuahahahaha……Asli…ngakak gue…

    Komentar oleh Adis™ — Januari 14, 2008 @ 2:26 am | Balas

  2. obat putihin badan ga ada ya?

    Komentar oleh andry wibisono — Januari 14, 2008 @ 2:36 am | Balas

  3. @adis : lu ngakak?!!!, sumpeh lu?!!!
    @andry : ada, pake aja CE FUK

    Komentar oleh sef — Januari 14, 2008 @ 5:45 am | Balas

  4. aq ga pake tje fuk tp tepung trigu

    Komentar oleh andry wibisono — Januari 14, 2008 @ 8:13 am | Balas

  5. salah satu resep sukses itu katanya harus merantau, bener nggak yah?

    Komentar oleh tony — Januari 15, 2008 @ 2:44 pm | Balas

  6. @andry lagi : pantesan kau putih…
    @tony : kayaknya ada korelasinya deh, biasanya yg mau merantau adalah orang yang mau menerima resiko, pekerja keras, dan pantang menyerah apalagi kalau disertai sama kemampuan dan visi merantau yang jelas. kok aku jadi serius begini *mencoba menjadi seorang motivator.

    Komentar oleh sef — Januari 15, 2008 @ 11:29 pm | Balas

  7. dan beralih ke kue serabi…serabinya mang!!

    Komentar oleh adam — Januari 16, 2008 @ 12:38 am | Balas

  8. hueheheh,,jadi gitu yahmmgemuk identik dengan sukses,,lah kalo model2 itu bodina kurus banget berarti gak sukses dong yah,,hehe😀

    Komentar oleh ika — Januari 17, 2008 @ 1:07 am | Balas

  9. @adam : serabi…serabi…,koq..koq.., ngaa ada yang beli ya???
    @ika : sukses sih sukses, tapi tetep aja banyak model yg nyiksa diri, masak dalam satu hari cuma makan buah aja, ngga nahaaan…

    Komentar oleh sef — Januari 19, 2008 @ 5:41 am | Balas

  10. Ana benere sing di omongna kang karso…mulai saiki mangan sing akeh ah…ben lemu (sukses)😀
    Sukses ya…pada2 Tegal kyeh

    Komentar oleh Rezki — Januari 20, 2008 @ 11:44 pm | Balas

  11. Salam kanggo Jakwir sakabehe!
    Wis pada mampir maring blogku durung?

    Kang Sef, ngrantau adoh nemen maring Ambon? ora kangen kampung?

    Komentar oleh Kang Dwi — Januari 25, 2008 @ 3:27 pm | Balas

  12. adohhh nemen kang anjog ambon, nitip ambon manise siji angger balik maring tegal, bungkus yaa….
    salam kenal kang..

    Komentar oleh traju — Februari 8, 2008 @ 2:16 am | Balas

  13. […] begitulah…kalau pengen sukses karir dan kuliah rasanya susah. Tapi salut deh…masih semangat nglanjutin kuliah nggak sampe […]

    Ping balik oleh Ratna Galih Kena DO « Goyangan’s Weblog — Februari 9, 2008 @ 10:32 pm | Balas

  14. nyong bangga dadi wong tegal walaupun sering dinyek di berbagai forum.. wong tegal terkenal ulet ceker2 luruh duit mulai dari warteg,martabak,bubur ayam sampai jd pengusaha tp kejelekanya wong tegal klo dah jd pengusaha di jkt dia malu jujur klo asalnya dr tegal krn malu di bilangin si jawa kooek krn bahasa kita memang unik dan khas…pesan buat wong tegal …ayo bangkit skrng udah zaman HI TECH cari ide kreatif utk usaha jangan cuman jualan warteg aja masih banyak jenis usaha lainya…..HIDUP TEGAL …keraskan suaramu klo nyebut AKU WONG TEGAAAALLL….sukses for all

    Komentar oleh dalban — Februari 28, 2008 @ 7:32 am | Balas

  15. Dasar uwong tegall (sesuai pengucapan: dobel “eL”)

    Komentar oleh Jems — Maret 13, 2008 @ 4:53 pm | Balas

  16. i love tegal…moncer kotane,tegal sing laka laka…………..

    Komentar oleh wong slerock — April 21, 2012 @ 2:28 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: