Ceritanya Sef

Maret 2, 2008

Inikah Rasanya “Ditilang”

Filed under: Uncategorized — sef @ 11:45 pm

Waktu enak-enaknya naik Motor yang aku kendarai dan Khoir yang keasikan memboceng, tiba-tiba seorang polisi lalu lintas menghentikan kita. Rupanya hari itu sedang ada pemeriksaan pengguna motor. Padahal aku belum punya SIM, si Khoir juga sama saja, maklum saat itu kita baru lulus SMA, baru bisa nyetir motor.

Pak polisi langsung memeriksa kelengapan motor. Semoga saja dia lupa menanyakan SIM kita, tapi kemudian…
“SIM nya mana?” kata Pak Polisi.

“Aku ada ide” bisik Khoir. lalu Khoir mengeluarkan kartu sakti “ini pak!” sambil menunjukan sebuah kartu “Saya kuliah di STAN, Pak”.

Kita pernah diceritakan sama temen satu almamater, dia punya pengalaman unik waktu mau ditilang sama polisi lalu lintas. Alih-alih mo ditilang, temenku malah dapat senyuman manis sama tuh polisi. Kok bisa???
“Aku tunjukin aja KTM STAN (Kartu Tanda Mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)” beber temenku.
Trus pak Polisi mulai memujinya, “wah, enak dong abis kuliah bisa langsung kerja” puji pak Polisi, “sudah punya pacar blom, Dek? Saya punya anak gadis lho”
Walaupun temenku berkilah kalau dia sudah punya pacar, tp polisi tersebut tetep ngga jadi nilang “lain kali kalau naik motor pake helm yah, demi keselamatan” kata Pak Polisi.

Rupanya si Khoir mo meniru cara itu. Pak Polisi terus memperhatikan kartu KTM-nya Khoir. “Apaan nih, Saya minta SIM bukan yang ini!” Pak Polisi tersebut mulai agak marah.
“ Kami blom punya pak, tapi nanti Saya akan buat Pak”. Arghhh, ternyata cara temenku meluluhakan polisi ngga berlaku buat kita.
“Kalian Saya tilang!” tanpa basa-basi lagi dia langsung memvonis kita. “Mau masuk persidangan atau damai!”
“Jika damai berarti 50ribu” kata Pak Polisi melanjutkan.

Sebagai orang yang awam hukum, kita merasa persidangan adalah hal yang menakutkan. “Damai, Pak! Piss” serempak aku sama Khoir menjawab. Lalu uang 50ribu hasil patungan, kita serahkan ke dia. Hebatnya tuh Polisi mo ngluyur aja setelah mendapatkan bayarannya.

“Pak, bukti setornya mana?” kataku sambil mencegat Pak Polisi tadi. “Iya, nanti kalo hari ini ada pemeriksaan SIM lagi berarti kita bakalan kena lagi dong” bela Khoir.
“Tenang aja, bilang jika kalian sudah ditilang sama saya, Nasoheh” kata pak Nasoheh menjelaskan sambil menujukan nameteks nya yang melekat di baju dinas. “Inget, nama Saya Na-so-heh”

Kemudian Pak Polisi meluncur meninggalkan kita. Dalam hati ku berkata “huh, situ oke”.

vor Adis, slamat atas motor barunya.

10 Komentar »

  1. wuakakakak
    seharusnya bilang gak sidang n gak damai!
    bilang aja langsung bayar dan jgn lupa minta slip biru..
    klo damai, uangnya masuk kantung tuh polisi deh
    btw kok pke namaku ya ..-hanggadamai-:mrgreen:

    Komentar oleh hanggadamai — Maret 3, 2008 @ 4:31 am | Balas

  2. Kok nggak di ceritain rasany gimana…manis asem ato asin😆

    Komentar oleh Rezki — Maret 3, 2008 @ 10:43 am | Balas

  3. sef: saya anak SETAN pak…

    Polisi: trus kenapa? lha saya ini mbahnya setan jhe hwahahaha…

    Komentar oleh Adis — Maret 3, 2008 @ 2:05 pm | Balas

  4. wahahaha..makanya to..bikin SIM sana..
    *pas banget barusan saya juga dicegat, tapi untungnya surat2 saya lengkap. Kasian deh tuh pulisi, ga jadi “sarapan”.wekekekek..*

    Komentar oleh maruria — Maret 5, 2008 @ 2:03 am | Balas

  5. Hm… kalo kita menuruti mereka terus, kapan ya aparat itu jadi bener?

    jadi sudah tampak kan, mana yg bener dan mana yang salah!🙂

    Komentar oleh peyek — Maret 5, 2008 @ 12:54 pm | Balas

  6. hihihiihiihi……. om sef ingat yah.. jangan lupa nama tu polisi ntar kalo ada tilangan lagi bilang aja nama polisinya dijamin bebas dah wlao belom ditilang

    *inget pengalaman dan jurus selama ini lolos dari sergapan*

    * vor Adis, slamat atas motor barunya.

    uhuk..uhuku…..
    motor ni boleh dipinjam kalo ke Liang neh:mrgreen:

    Komentar oleh almascatie — Maret 10, 2008 @ 10:51 am | Balas

  7. @hanggadamai: apakah anda suka dama?
    @rezki: rasanya apa yah…udah lupa…
    @adis: sesama mantan anak S(E)TAN jangan saling mengganggu…
    @marusia: kemaren dah mbuat mbak, jadi lebih aman.
    @peyek: jadi siapa yang salah dunk?
    @almascatie: beta seng pernah lupa sama ntu polisi.

    Komentar oleh sef — Maret 11, 2008 @ 1:03 am | Balas

  8. hmm.. sef, masih seperti yang dulukah dikau?

    pernah dulu gw ma beti ditilang trus gw bilang, maaf pak kami sedang tugas..
    kami dari BPKP, ini sedang ada tugas audit… trus pulisinya bilang “maaf saya sudah mengganggu tugas bapak-bapak sekalian, lain kali taat peraturan lalu lintas yah, silakan melanjutkan perjalanan.”

    Komentar oleh rwidagdo — Maret 11, 2008 @ 8:47 am | Balas

  9. Laen kali coba sodorin kartu keluarga…:mrgreen:
    Susah ternyata ngebabat KKN ya bang? Wong mahasiswanya juga masih suka nyogok…:mrgreen:
    *ditilang*

    Komentar oleh Cabe Rawit — Maret 13, 2008 @ 7:12 am | Balas

  10. Lain kali sef..
    Polisi: “Mana SIM-nya?”
    Kamu: “Kebetulan sekali Pak, ini sy lagi mau balik lagi karena br inget kalo g bawa SIM”

    Piss.. Hehehe

    Komentar oleh Jems — Maret 13, 2008 @ 4:35 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: