Ceritanya Sef

April 7, 2008

Ketika Lampu Mall Mati

Filed under: Uncategorized — sef @ 8:28 am
 Pada suatu kota yang baru berkembang, sedang di bangun sebuah mall. Gedung modern bergaya oriental tersebut dibangun di areal yang cukup luas, berlantai-lantai dan rencananya bakal dilengkapi lift pula.

Bangunan mall memang belum sepenuhnya rampung namun dilantai satu telah dibuka pasaraya (swalayan). Masih terdapat banyak kekurangan, suara gaduh yang berasal dari lantai atas yang masih dalam tahap pengerjaan hingga material bangunan yang beberapa kali terjatuh dari atas gedung dan membuat pengunjung jadi parno. Tetapi  hal tersebut tidak menyurutkan pihak pengembang membuka pasaraya tersebut.

Si Dul, temenku, merupakan salah satu pramuniaga (pelayan/penjaga)  yang bekerja di swalayan itu. Walaupun Dul bergaji kecil, dia tetap menikmati pekerjannya. Yang membuatnya tidak betah hanyalah seseorang berwatak keras yang  selalu mengawasi Dul dan teman-temannya bekerja, dia bernama supervisor.

Kemudian, pepp… . Lampu mall tiba-tiba mati dan mesin genset belum juga aktif. Dul yang standby di gerai  buah-buahan tidak bisa merbuat apa-apa, diisekelilinya hanya terlihat kegelapan. Beberapa saat kemudian, terdengar suara mencurigakan di dekat Dul berdiri.

Suara itu semakin mencurigakan, Dul pun tak henti-hentinya mengamati suara itu. Dan tampaklah sebuah siluet seseorang yang berdiri tepat disampingnya. Dul yakin orang tersebut bukan pembeli karena sebelum lampu mati tak seorang pembeli pun ada di gerai tersebut. Paling dia rekan kerjanya sesama pramuniaga, pikir Dul.

“Sedang apa kamu?” tanya Dul menyapa bayangan tersebut.

“Ssst jangan keras-keras, Saya lapar belum makan, lumayan apel ini bisa mengganjal perut” balas si bayangan.

“Tapi apel itu dijual, ntar kalo ketauan bisa berabeh!” ceramah Dul.

“Asal kamu ngga ngomong  pasti ngga bakal ketahuan kan!”

Sejenak Dul berpikir, memikirkan cost and benefit nya jika ia megadukan kejadian itu ke supervisor atau mengikuti jejak si bayangan. “Kalau makan satu saja ngga bakalan ngetara kan?” tanya Dul. Akhirnya ia luluh dan melakukanhal yang sama dengan si bayangan.

Keadaan menjadi hening, kedua makhluk itu asyik menikmati buah gratisan.

Namun, byar… lampu telah menyala. Dul jadi panik, belum sempat dia menyembunyikan apel yang telah dimakan separo, didepannya tampak sosok yang paling diktakuti di swalayan, supervisor. Mati aku, batin Dul.

Anehnya, si supervisor tak menampakan wajah berang sedikitpun, malah ia juga tampak panik. Dalam ganggaman supervisor itu, terdapat buah apel yang tinggal separo. Ternyata, si misterius bayangan = si supervisor.

Secara bersamaan, Dul dan si supervisor, memasukan sisa buah apel ke dalam saku mereka untuk menghilangkan barang bukti.

“Semoga besok lampu mati lagi, Saya belum makan anggur sama pear” canda Dul. Si misterius supervisor hanya mambalas dengan senyuman kecut.

 

 

7 Komentar »

  1. Hahahaha.. wes tak batin.. mesti supervisore..
    Aoik Sef! Keren..!!

    Komentar oleh Jems — April 7, 2008 @ 9:39 am | Balas

  2. Lumayan bisa sedikit senyum. Mungkin kalo lebih didramatisir bisa lebih lucu.

    Komentar oleh Adis — April 7, 2008 @ 10:00 am | Balas

  3. semoga ini bukan gambaran di tempat kerja kang sef …..😆

    Komentar oleh Rezki — April 7, 2008 @ 10:05 am | Balas

  4. hehehe… untung tahu kalo itu apel, lah kalo material yang jatuh itu di kunyah wah…

    Komentar oleh tony — April 7, 2008 @ 12:03 pm | Balas

  5. hahahahaha ternyata maling ketemu maling..posting yg bagus

    Komentar oleh uwiuw — April 7, 2008 @ 1:30 pm | Balas

  6. Astaga…untuk enggak ada kejadian apa yang lainnya

    Komentar oleh Koko — April 7, 2008 @ 2:11 pm | Balas

  7. huakkakakak
    memanfaatkan kesemapatan dalam kesempitan

    Komentar oleh hanggadamai — April 8, 2008 @ 1:47 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: