Ceritanya Sef

April 13, 2008

Lariii..! (Dikejar Anj##g)

Filed under: Uncategorized — sef @ 8:32 am

 

Ku percepat  langkah kakiku dan tepat disamping seekor anjing menatapku, maka semakin cepat pula kaki ini melaju. Bagi seorang yang pobia sama anjing berhadapan dengan hewan itu adalah sesuatu yang menyiksa. 

Rintangan telah terlewati, tak terjadi apa-apa dan binatang tadi tidak menyalak apalagi sampai mengejar. Pikiranku pun melayang ke beberapa tahun silam, terparkir pada suatu kejadian (aku menyebutnya tragedi).

***

Lokasi            : Komplek perumahan PJMI, Tangerang

Waktu             : Ba’da adzan magrib

Kain sarung telah kupakai, bak anak santri, kini aku hendak menelusuri jalan menuju masjid asal suara adzan berkumandang untuk melaksanakan kewajiban. Berjalan di waktu senja sangat menyenangkan, menyaksikan pergantian siang menjadi malam dan warna merah manja mengintip disamudra langit biru, mengantarkan kepergian sang surya.

Orang beriman selalu diberi cobaan (lagi pengin narsis😎 ).

Belum sampai tujuan, tiga ekor ajing berwarna hitam gelap bebadan gagah berjejer di depan rumah sang pemilik tak jauh dari aku berada.  Mereka mulai memperhatikanku dengan sorot matanya yang tajam. Tak mau kalah, aku balas memandang berharap mereka takut pada sorot mataku yang tak kalah tajam.

Bukannya kemenangan yang ku dapat, tiga ekor hewan itu justru terlihat makin berang. Suara erangan saling bersautan diantara mereka. Semakin lama suara itu menjadi gonggongan. Salah satu anjing mulai bangkit seolah siap menerkam, kemudian, “EMAAAK!” sekencang-kencangnya ku berlari.

Sekawanan anjing itu dengan semangat mengejarku, seolah kita berada pada suatu arena perlombaan lari sprint 100 meter. Jika badanku terpasang spidometer, mungkin arah jarum telah menunjukan angka 40km/jam.

Sial, hewan-hewan itu sepertinya berlari lebih cepat. Aku dapat merasakan deru kaki mereka mulai mendekatiku.

Kini hanya tinggal pasrah, menunggu sekawanan anjing melampauiku dan menerkam. Sebelum hal itu terjadi, “KEDUBRAK”, terlalu kencang ku berlari sedangkan sarung yang dikenakan tidak memberikan keleluasaan untuk bergerak lincah, alhasil jatuh yang ku dapat.

Sakit, pastinya. Beberapa luka tersungging di siku tangan dan kaki. Namun sakit yang kurasakan tak sebanding dengan rasa malu. Bukan malu kepada tukang becak yang berdiri di depanku dan mecoba membantuku, tapi malu pada beberapa wanita yang berdiri di balkon lantai dua dan ikut berteriak menyemangati saat aku dikejar anjing. Celakanya aku terjatuh tepat disamping rumah kos mereka.

Kemudian aku segera bangkit , cepat-cepat meninggalkan lokasi menuju ke tujuan asal, masjid.

Anjing itu, entah kemana. Setelah puas melihatku terjatuh, mereka pergi begitu saja tanpa merasa berdosa sedikitpun. Dalam hati aku mengutuki “dasar, kewan langka (ga ada) pendidikane babar blas, ku sumpahi tujuh turunan tetep jadi anjing”. Hingga akhirnya ku sadar, orang beriman tak seharunya mendendam (lagi-lagi, pengin narsis😎 ).

13 Komentar »

  1. Untung anjingnya masih punya prikehewanan….nggak mencabik-cabik sampean😆

    Komentar oleh Rezki — April 13, 2008 @ 4:58 pm | Balas

  2. hhmmm ndue dosa apa sehingga di oyok oyok anj..ng

    Komentar oleh cewekndeso — April 13, 2008 @ 7:31 pm | Balas

  3. wwh lupa kie algi keliling ronda malam jam dah enunjukan jam 3:33 am at hongkong

    Komentar oleh cewekndeso — April 13, 2008 @ 7:32 pm | Balas

  4. Kalau harga diri sudah tercoreng di depan wanita, apalah arti hidup ini…

    Komentar oleh Adis™ — April 14, 2008 @ 8:07 am | Balas

  5. lha, dikejar anjing mah jangan lari,..
    makin lari makin dikejar bukan?
    harusnya kalo ada anjing, ditemenin, diajakin ngobrol, curhat, ngisi blog,..
    gituuu

    salam buat mbak2 samping kosannya ya :))
    *sik ngakak membayangkan sampeyan jatuh, heheh maaf heheh

    Komentar oleh nasgorkam — April 15, 2008 @ 4:46 am | Balas

  6. Di PJMI? lha saya dulu sempet ngekos di Pondok Safari Indah lhooo….hehehehehe… (opo hubungane????)

    Komentar oleh maruria — April 15, 2008 @ 10:23 am | Balas

  7. *ikutan lari ngejar sef*

    Komentar oleh hanggadamai — April 16, 2008 @ 2:13 am | Balas

  8. hehehehe…. kenapa nggak lari lantas meluk wanita itu?

    Komentar oleh tony — April 16, 2008 @ 4:00 am | Balas

  9. di jadiin RW saja
    huhhhhuh

    Komentar oleh aRya — April 17, 2008 @ 3:37 am | Balas

  10. “Berjalan di waktu senja sangat menyenangkan, menyaksikan pergantian siang menjadi malam dan warna merah manja mengintip disamudra langit biru, mengantarkan kepergian sang surya.”
    Prasaa di PJMI g kliatan lautnya sef…😀
    Ah… km pasti disilaukan sama mbak2 yg di Balkon itu… jadi berasa di laut….😀

    Komentar oleh Jems — April 18, 2008 @ 12:47 pm | Balas

  11. itu 3 anjing betina yang mengejarmu sef….sepertinya mereka ingin dielus-elus, diajak ngobrol, sharing2 tentang blog..tanyain aja blognya mreka apaan….
    hehe………

    Komentar oleh kumanz — April 19, 2008 @ 2:11 am | Balas

  12. “dasar, kewan langka (ga ada) pendidikane babar blas”
    lihat tulisan diatas…bayangkan kalo hewan itu berpendidikan. apa yang kan terjadi sama sef???

    Komentar oleh arifah — April 19, 2008 @ 7:49 am | Balas

  13. hahaha… kenapa gak ambil inisiatif ngejar anjingnya aja sef….
    kali aja ceritanya bakal berbeda…

    Komentar oleh rwidagdo — Mei 5, 2008 @ 7:13 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: