Ceritanya Sef

Juni 4, 2008

Pemalak Salah Sangka

Filed under: Uncategorized — sef @ 3:29 am

KRD – Kereta Rel Diesel, terutama yang beroperasi di Jabodetabek, siapa yang tidak mengenalnya. Murah meriah, menjangaku hampir seluruh wilayah ibukota serta bebas macet pula. Tak heran jika kendaraan berangkai-rangkai itu menjadi primadona bagi warga setempat.

Mulai dari karyawan berdasi, pedagang, mahasiswa, pekerja kasar, pengamen, hingga yang paling menjadi parasit – pemalak, pencopet,penodong dan sebangsanya, tumpah ruah terangkut menggelilingi Jakarta.

Malang bagi Udin, temanku, salah satu pengguna layanan KRD yang harus berurusan dengan si parasit.
KRL yang direncanakan berangkat pukul 11.30 WIB ternyata baru berangkat dua jam kemudian dikarenakan perubahan jadwal (lagi). Sia-sia usaha Udin dan seumat penumpang lainnya yang telah selama hampir satu jam menunggu kereta berlistrik tersebut. Sebagai gantinya KRD usang udiklah yang akan berangkat.

Kereta telah sampai stasiun Palmerah, siap mengangkut para penumpang yang sabar menunggu. Berduyun-duyun mereka memasuki rangkaian gerbong KRL.

Udin berlari kecil menuju gerbong paling ujung karena disanalah tiada orang mengantri masuk. Udin adalah mahasiswa dan berpenamilan layaknya mahasiswa, bertopi, tas ransel, kaos junkies dan celana levis hingga dompet dan mungkin Hp-nya tersembul dari celananya yang ketat.

Hati-hati : Jakarta merupakan gudangnya pencopet dan pemalak. Mereka telah berevolusi menjadi manusia-manusia terlatih. Untuk memperlancar aksinya, mereka melakukannya secara berkelompok. Orang-orang lengah seperti Udin pasti telah di indentifikasi dan di incar untuk dijadikan korban.

Udin benar, di gerbong itu sangat sepi penumpang. Namun baru dua langkah ia memasuki kereta, tiba-tiba, sekelompok orang menyergapnya. Keadaan menjadi gelap. Ia hanya melihat beberapa tubuh preman yang asyik menjelajahi tas dan saku celana. Udin tak bisa berbuat apa-apa.

“Gue dah dapet HP-nya” seru salah satu preman, kemudian mereka melepaskan Udin. Mungkin gerbong itu telah menjadi daerah kekuasaanya, tak satupun dari mereka meninggalkan gerbong setelah melakukan aksi kriminal. Mereka malah asyik mengecek hasil jarahan.

“Lho, kok bunyi HP-nya aneh” ujar si preman. Udin yang masih di tempat itu tersenyum puas. “Ya iya lah, orang itu HP maenan buat ponakan gue.”

“Dasar orang kere” . Sedangkan preman lainnya yang merampas dompet tebal milik Udin juga menunjukan kekecewaannya. “Sompret, dompetnya sih bagus, isinya cuma goceng (5.000) doang!”
Sambil meninggalkan sekelompok pemalak tersebut, Udin – temenku, berujar lirih “siapa suruh malak orang kere.”

8 Komentar »

  1. waw parah amat tuh preman!!klo diriku mah dah tak bacok-bacok tuh preman😆

    Komentar oleh hanggadamai — Juni 4, 2008 @ 7:35 am | Balas

  2. hehe kalo mau malak orang kaya donk. jangan mahasiswa.

    bener-bener tuch preman..

    Komentar oleh Rian — Juni 7, 2008 @ 6:23 pm | Balas

  3. namanya juga preman…. bukan robinhood

    Komentar oleh jenderal — Juni 8, 2008 @ 2:51 am | Balas

  4. wah masak sampai segitu, di mojokerto tak sampai terjadi sampai separah itu , IIIHHHH sereeeeeeeeeemmmmmmm.

    Komentar oleh dedik81 — Juni 8, 2008 @ 11:04 am | Balas

  5. Pemalaknya kecele, si udin malu…
    Dan si sef tetep…jayus…

    Komentar oleh Adis™ — Juni 9, 2008 @ 12:31 am | Balas

  6. waaaa….. premannya suka meraba-raba juga……

    Komentar oleh gunawanwe — Juni 9, 2008 @ 8:14 pm | Balas

  7. hehehe… itulah kenapa selama di jakarta kalo keluar gw selalu bawa double stick..
    apriori atau paranoid nih??

    Komentar oleh rwidagdo — Juni 18, 2008 @ 8:46 am | Balas

  8. @hanggadamai : yakin berani???
    @hanggadamai : orang kaya jarang yang naik KRL/KRD, pak…
    @jendral : bukan juga si pitung
    @dedik81 : makannya sekali-kali ke Jakarta dunk…
    @adis : aku dapat ilmu jayus dari kau
    @gunawane : ih,,,,
    @edo : wah kebanyakan nonton film kau, Do….

    Komentar oleh sef — Juli 4, 2008 @ 2:36 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: