Ceritanya Sef

Juni 11, 2008

Romantika Penerbangan Pesawat Kecil

Filed under: Uncategorized — sef @ 5:09 am

Setelah melalang buana ke propinsi bagian timur Indonesia dan harus singgah dari satu pulau ke pulau kecil lainnya, yang berarti harus menempuh perjalanan darat, laut dan juga udara, aku baru sadar bahwa naik pesawat tidak lagi identik dengan kemewahan.

Hmmm, pernah suatu saat di depanku penumpang ibu-ibu membawa tas belanjan berisi sayur-mayur. Kita menunggangi pesawat kecil dengan suara mesin yang aduhai kerasnya memekakan telinga. Bahkan temanku juga pernah sepesawat dengan penumpang berkaki empat, jenggotan, bau pula – alias kambing.

Banyak kejadian unik kulami, banyak cerita terdengarkan, seputar romantika penerbangan pesawat-pesawat tak gagah mengantarkan kami, menghubungkan antar pulau yang hampir terisolasi. Berikut secuil kisah-kisah itu.

***

Sebagian penumpang mulai mengeluh, bahkan beberapa memaki-maki. Pesawat yang telah penuh penumpang seharusnya tinggal landas setengah jam lalu, belum juga melaju. Pramugari yang sedikit kebingungan mulai merayu para menumpang.

“Para penumpang yang budiaman, siapa yang bersedia mengundurkan diri, dan dapat meneruskan perjalanan dengan pesawat berikutnya!” Keadaan menjadi hening kemudian suara-suara keluhan kembali terucap. Tak satupun penumpang yang mau meng-cancel penerbangan mereka.

Administrasi penerbangan disana kacau. Pesawat terlalu kecil untuk membawa bobot seberat itu. Jika ada satu orang penumpang yang telah terdaftar dengan berat badan minimal 50 kg, berkenan mengundurkan diri, pasti pesawat akan segera berangkat.

“Saya yang keluar” Salah seorang penumpang budiman dengan berat hati meninggalkan pesawat yang hanya seukuran bus kota saja. Kemudian pesawat tinggal landas.

***

Di bandara sebuah kabupaten yang sedang berkembang terdapat peraturan yang cukup aneh :

“Sebelum masuk ke pesawat, para penumpang harus ditimbang terlebih dahulu berat badannya”

Kamu tidak bakalan menemui peraturan ini di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda Bandara Polonia, maupun bandara besar lainnya. Karena, yang harus ditimbang adalah barang bawaan kita yang akan masuk bagasi pesawat.

Lalu, bagaimana dengan penumpang berbobot 100 kg lebih yah…

***

Temanku mulai cemas. Pesawat bebrapa kali menabrak kumpulan awan hitam, saat itu pula laju pesawat menjadi oleng.

Dia cemas bukan hanya karena pesat yang tampak ringkih, namun profesionalitas pilot diragukan. Sebelum pesawat terbang, sang pilot tampak merokok di dalam kabin yang sempit.

Parahnya, di ruang kemudi terpapang poster bintang film India yang keliatan pusarnya. Ala mak…. Jangang-jangan dari tadi pak pilot asyik memelototi si gadis India hingga lupa ada awan hitam mengancam penerbangan.

(Bersambung)

3 Komentar »

  1. Kayak postinganku di http://adis.web.id/2008/03/08/sky-is-freedom/

    Komentar oleh Adis™ — Juni 12, 2008 @ 3:49 am | Balas

  2. kalo ada orang yang berat badannya 100kg ya beli tiga tiket sef… gitu aja kok repot..
    bagus kali buat motivasi dia diet… hahahaha… :piss:

    Komentar oleh rwidagdo — Juni 18, 2008 @ 8:20 am | Balas

  3. […] menggunakan pesawat kecil berisi 20 tempat duduk bahkan kurang (jika berjenis perintis). Banyak kisah terukir dari penerbangan pesawat tak gagah itu. Salah satunya yang pernah dialami oleh rekan ku. […]

    Ping balik oleh Romantika Penerbangan Pesawat Kecil (Bag. 2) « Ceritanya Sef — September 7, 2008 @ 6:29 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: